Jumat, 16 Januari 2009

resensi: Honeymoon with My Brother

Judul : Honeymoon with My Brother
Pengarang : Franz Wisner
Penerbit : Serambi
Harga : 60 K something 


Judul yang sangat eye-catchy, cover (yak... judge the book by its cover, again..) yang menenangkan hati (*liburan mode on*), dan tulisan di pojok kiri atas 'Oprah's Book Club', yang jadi alasan saya beli buku ini. Oya, ditambah embel-embel 'The New York Times Bestseller' deng..

Kehidupan Franz Wisner seolah hancur berantakan setelah tunangannya (yang sudah 10 tahun dipacarinya) memutuskan hubungan, seminggu sebelum pernikahan mereka. Nyaris putus asa, Franz memutuskan tetap melangsungkan pesta pernikahan (tanpa pengantin wanita), dan pergi berbulan madu ditemani adiknya, Kurt.

'Bulan madu' yang awalnya hanya sebagai gurauan ternyata menjadi pengalaman luar biasa bagi keduanya. Kakak beradik ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka, menjual rumah, dan memulai perjalanan keliling dunia mereka. 

Rusia. Ceska. Turki. Suriah. Indonesia. Thailand. Brazil. Trinidad. Afrika Selatan. Botswana. Zimbabwe.

Perjalanan tersebut tidak hanya membawa mereka ke tempat-tempat yang unik dan menarik, tetapi juga untuk (kembali) mengenal satu sama lain.

Gaya penceritaannya ringan, dengan flashback sesekali mengenai hubungan Franz dengan Annie, tunangannya, maupun adiknya, Kurt. Membaca novel ini serasa menonton film (dan konon Sony Pictures sudah mengantongi hak pembuatan filmnya). Ditambah lagi dengan adanya tips-tips unik dari kakak beradik ini (seperti tips menghindari pedagang asongan yang luarbiasa lucu).

Seperti biasa, habis baca buku ini, saya terinspirasi untuk keliling dunia.. Haha.. Ketebak banget.. Selain itu, ada satu pelajaran yang bisa diambil dari kakak beradik (yang berpenampilan seperti backpackers, tapi sekaligus benci setengah hidup dengan kaum packers)  ini: Jangan terlalu percaya sama lonely planets.. Sebuah perlawanan terhadap kitab suci backpackers sejagad, hehe...

Hmm... Kayaknya saya gak punya komentar selain baca sendiri bukunya. Komentar-komentar dan pengalaman Wisner Brothers terlalu banyak yang berkesan buat saya.. Salah satunya adalah komentar Franz mengenai Indonesia, yang diibaratkan wanita cantik berkain, dengan tumpukan buah-buahan di atas kepalanya yang tengah menepuk pantat anaknya. Cantik, tertata, dan tidak ragu-ragu menggunakan kekerasan. Waks..

Tidak ada komentar: