Selasa, 16 Desember 2008

10 hours towards deadline...

Well, it's almost 2009 and I feel like I'm stuck in the middle...

 In such a perfect world, I would've going somewhere, spending my what-so-called-year-end-holiday.. But hey, this ain't a perfect world.. So, here I am.. Trapped... In the middle of my tasks.. Can’t barely move.. Quite depressive, isn't it..

 I've been working for this pra TGA for the last 6 months (that's what written on this semester's schedule.. haha..), and now I fed up with this subject... It's like I haven't found the key element on this subject, while I only got 2 more weeks to finish it.. Crap..


 And for making it complicated, I have to write my study plan and essay to apply for a scholarship. How can I write such thing like study plan if I have no idea what to study??? (And yeah, fed up with the subject...). Have I told you that the deadline is tomorrow?? Both pra TGA, and essay-study plan...

 

Studying abroad has been my obsession since I was a child. And when that chance came, I’d let it slipped away (several times, I guess...). While I was in high school, I didn't want to waste a year without knowing where I was going to study. And last year I haven’t had enough time to prepare the documents.

 

So, I made up my mind, that this is my LAST chance to see the world (ooh... what a shallow reason) and experience living abroad.. (Actually I still can study abroad while taking post-graduate, just making it more dramatic). Looks like I’m an ambitious person, aren’t I??

The truth is, I haven’t made my essay and study plan; I haven’t got my TOEFL score (but I had taken the test); I haven’t asked my lecturers for recommendation letters; and instead of making those tasks (essay, study plan, and pra TGA), I choose to post this depressive blog. It seems like I have such a serious problem with making priority (and concentration for sure).

 But I haven’t given up yet. Some said good inspirations come up with the rise of the sun (well, that’s me saying).. Dawn is long, and night is still... So I’ll try my best ‘til the very end..

 


 PS : I was listening to Coldplay’s song: Lovers in Japan during typed this post... How ironic!! Well, at least Chris Martin’s voice gave me more strength to finish these tasks.. Huff... Hope I can see,-not just dreaming of-, the Osaka (oopss.. Fukuoka)’s sun.. Gambatte for myself!! 

Sabtu, 29 November 2008

....dreaming of the osaka sun...


Tiba-tiba saya pengen ke Jepang...

Huehehe... Gak secara tiba-tiba sih.. (~~)

Sebabnya simpel banget kok.. Gara-garanya saya kebanyakan baca komiknya Adachi Mitsuru (Touch, H2 sama Rough) sambil dengerin lagunya Coldplay "Lovers in Japan". Hehe.. Rada maksa ya??

Komiknya Adachi-sensei sebenernya udah sering banget saya liat di rental komik deket rumah. Tapi gara-gara temanya baseball (Touch dan H2), saya gak tertarik sama sekali. Lah, liat olahraganya aja belom pernah, gimana mau nikmatin ceritanya coba??! Mana gambar tokoh-tokohnya susah dibedain, mirip satu sama laen. Cuman tinggal ganti model rambut aja, huehehe... Bener-bener cobaan berat buat orang yang "judge the comic by its drawing"

Tapi berkat kegigihan beberapa orang teman dan kerjaan yang (waktu itu) gak terlalu menumpuk, akhirnya saya beranikan diri buat minjem komik Touch.

Reaksi pertama : Ya ampun, jadul banget gaya gambarnya.. (Komik terbitan taun 80-an si. Saya aja belom lahir!!)
Reaksi kedua : Kok orangnya mirip2 yaa.. (mana tokoh utamanya anak kembar lagi...)
Reaksi ketiga : Yah, kok bersambung... (setelah baca satu buku)
Bisa ditebak kan akhirnya saya ketagihan baca nih komik sampe tamat (via internet lah, yang di Indonesia baru sampe jilid 9 kalo gak salah). 

Ceritanya tentang si kembar Uesugi yang sangat bertolak belakang. Tatsuya si kakak yang pemales, mesum, sedikit clumsy tapi sebenernya punya bakat terpendam sebagai olahragawan; dan adeknya Kazuya yang ace klub baseball, rajin, pinter, cakep (di ceritanya lo), baik hati, rajin menolong, suka menabung, dan membuang sampah pada tempatnya. Dua-duanya naksir sama Asakura Minami, sahabat sejak kecil mereka yang tipe siswi teladan juga, seperti Kazuya. Inti ceritanya tentang perjuangan Tatsuya untuk membawa sekolahnya ke Koshien, sekaligus memenuhi mimpi Minami dan Kazuya (ooopss... apa yang terjadi dengan Kazuya?? Huehehe...). 
Tokoh favorit di komik ini : nggg.. mungkin Tatsuya. Soalnya ceritanya berkutat di tokoh yang itu2 aja..


Kalau H2 bercerita tentang perjuangan (dan persaingan) Kunimi Hiro dengan sahabat-baik-sekaligus-saingan-dalam-baseball-dan-cewek nya, Tachibana Hideo. Yap, ceritanya emang campur aduk antara baseball dan kisah cinta gak jelas ala Adachi-sensei. Dari perjuangan Hiro membawa SMU Senkawa menuju Koshien lah; first love nya Hiro sama temen masa kecilnya sekaligus ceweknya Hideo, Amamiya Hikari lah; flirt-and-crush nya Hiro sama manajer tim baseball Senkawa, Koga Haruka lah. Bingung baca resensi saya?? Yang nulis aja dah mulai bingung. Huehehe... 

Tokoh favorit di komik ini : Yanagi-anaknya-kepala-sekolah. Kayaknya gampang digambar dan kelihatan ramah, hahaha...


Rough ceritanya agak beda lagi. Ceritanya berkutat di aer (tentang olahraga renang), tentang Yamato Keisuke si juara 3 lomba renang tingkat SMP yang berusaha jadi jawara renang. Love interest nya Ninomiya Ami, anak cewek dari keluarga pembuat kue Jepang saingan keluarga Yamato. Hmmm... baru baca sampe jilid 5 si, jadi belom bisa komentar apa-apa kecuali banyak adegan gak penting disini. Yang konyol waktu ada guru yang mulai ngoceh gak jelas tentang arti rough, komik, dan akhirnya bilang "Tolong patuhi tenggat waktu, Adachi"; sama iklan film bioskop tentang film thriller mengenai cutter berdarah sang editor. Huehehe... curhat pengarang tu..

Tokoh favorit di komik ini : Keisuke si ayam.. Huaha.. gak penting banget...
 

Yang mencolok dari  komik2 diatas kecuali baseball, Koshien dan tokoh utama yang agak mesum adalah kemunculan Adachi-sensei di komik ini (sebagai tokoh gak jelas yang rada gondrong, pake topi pet, bawa pena, dan berurusan dengan tenggat waktu...) dan promosi berlebihan dari karya mangaka itu sendiri.. Huehehe... Mangaka yang narsis abis emang..

Kalo disuruh milih mana yang lebih bagus, mmmm... agak susah juga ya. H2 gambarnya lebih bagus (hehe... liat tampilan juga dong..), ceritanya lebih rumit, tokohnya lebih banyak (terutama rekan setim yang cukup banyak diceritain. Baseball kan olahraga 9 orang...) dan hal-hal gak pentingnya lebih banyak (seperti kemunculan Adachi-sensei dan beberapa tokoh yang gak jelas); tapi endingnya gantung, dan tokoh-tokoh utama nya gak jelas maunya apa, terutama yang berkaitan sama cinta-segi-empat nya itu. Huehe... Touch endingnya lebih clear, meskipun gambarnya jadul dan pas mendekati ending ceritanya hampir melenceng.

Trivia: 
Tokoh anjing di Touch dan H2 sama (bentuk sampe namanya, Punch).
Pasti ada sahabat tokoh utama yang bulet. Di Touch namanya Kotaro, H2 Noda, dan Rough Kume.

Gara-gara baca komik-komik tadi, saya punya obsesi baru dalam hidup : Pergi ke Koshien!! Hahaha.... 
Kebetulan juga Koshien letaknya deket Osaka.. Jadi terngiang-ngiang kata-katanya bang Chris Martin : 
" Dreaming of the Osaka sun... "

Hmmmmmm.... Jadi tambah pengen ke Jepang ni....

Minggu, 09 November 2008

gak penting banget ni postingan

Setting : pada hari minggu yang mendung, di sebuah mall

Tokoh utama : mahasiswa berjaket dan bersandal jepit yang sedang antri tiket bioskop (yang terhimpit di antara geng cewek2 smp dan cowok smp bersama ayahnya)

Dialog 1
Anak SMP Gaul (ASG) : Pah, kemaren ak pas nonton Laskar Pelangi ada gubernurnya sama Kertarajasa lo..
Bapak Anak SMP Gaul (BASG) : Gubernurnya mana?
ASG : ya itu, gubernurnya.. sama Kertarajasa juga lo
BASG : Hatta Rajasa??
ASG : bukan. Yang maen di Sherina tu loh Pah. Yang jadi penjahatnya..
BASG : Ooo.. Butet Kertarajasa..
ASG : Bukan.. Kalo Butet mah aku tau.. Yang kumisan tu loh Pah...
BASG : (gak komentar apa2, mungkin lupa namanya Djaduk)

 
Dialog 2
ASG : Pah, tu felm James Bond kok yang maen gak ganti2.
BASG : Itu yang maen baru dua episod, yang dulu2 bukan itu..
ASG : Kok James Bond nya yang itu orang Inggris Pah?? (sambil nunjuk poster filmnya James Bond yang baru)
BASG : Yee.. dari dulu emang orang Inggris..
ASG : Pah, tu pelmnya bagus lo, pocong lawan kuntilanak.. (mengalihkan pembicaraan)
Mahasiswa Berjaket dan Bersandal Jepit (MBBJ) : ........

Jumat, 19 September 2008

5 (+1) Things I’m Gonna Miss About Bali…



Oberoi Street’s Restaurant!!
Dari masakan Yunani, Itali, Maroko, Jepang sampe masakan Bali semua ada di Oberoi. You name it, we have it. Sepanjang jalan ini memang didominasi restoran2 oke. Mykonos, Pizza Club, Trattoria, CafĂ© Bali, Khaima, Kaizan, Kuni’s, Rumours, SoHo. Itu belom semuanya, masih ada beberapa restoran lagi (yang emang aku lupa sebutin ato emang gak ngeh2 banget). Sebenernya gak cuman restoran, disini masih banyak butik2 baju yang namanya aneh2, kayak Bamboo Blonde, Rock and Royalty (??), 69 Slam, Kiss Kiss Bang Bang, etc.

Tapi yang paling oke memang makanannya. Hmmmm… Nyummy…

Baclava @ Mykonos

Italian Pizza @Trattoria Pizza

Spicy Herbs Spaghetti @ Rumours

Blueberry Cheese @ Rumours

Highly recommended : 
Rumours (international, light taste, quite expensive, but worth the price),
Mykonos (Greek, strong taste, average price), 
Trattoria (Italian, cheaper, but the service was poor)

Those Beautiful Beaches
Hee… no comment deh. Emang ini tujuan orang dateng ke Bali kan?? Kalo ditanya pantai mana yang paling bagus di Bali, bakalan agak susah jawabnya. Kuta cukup asik, bisa liat lampu pesawat kalo malem. Kalo bosen liat pantai tinggal jalan2 nyusurin jalan rayanya. Sanur lumayan oke, bisa sambil cuci mata liatin hotel2 di sepanjang pantai. Petitenget juga gak jelek2 amat, ada villa2 mewah yang bisa jadi background oke kalo buat foto2. Lumayan sepi lagi. Tapi yang paling perfetto memang Nusa Dua. Warna biru langit dan air lautnya kayak di gambar udah diphotoshop. Perfect blue. Pasirnya putih imut, bisa diemut. Mau maen selancar angin juga bisa. Hehehe...

Nusa Dua, itsumo misora...

Pantai Pettitenget, sepi tapi eksklusif

Tapi yang bikin lebih perfect, ketika kita nginep di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, pagi jalan2 nyusurin pantai, sorean belanja di kompleks SOGO nya, dan malem harinya santai2 duduk di kursi bulet (yang bisa buat ber2 ampe 3 orang, ada kanopinya, kayak di Westin) di tepi pantai sambil liat bintang di langit dengan background suara ombak dan sayup2 musik jazz. Hehehe... jadi puitis banget ni.. Maklum obsesi...

The Dementors in the Sky
Perlu diperjelas dulu, dementor di sini gak sama seperti yang di Harry Potter. Meskipun sama2 item dan melayang2, tapi dementor Bali gak suka ngasih Kecupan Dementor. Benda apakah itu? Orang Bali menyebutnya layangan….
Biasanya dementor2 ini suka muncul siang sampe sore hari. Coba jalan ke sekitaran Kuta dan Legian. Itung sendiri berapa dementor yang tampak. Rasanya agak aneh aja kalo lewat daerah pantai2 gitu di suatu hari yang cerah, tapi di atas kepala gak ada dementor2..

Traffic Jam
Yang ini bukan dirindukan dalam artian positif.. Macet di Bali agak beda sama macet di Jakarta. Pertama, jumlah motor banyak banget di Bali, jadi macetnya gak total. Oya, konon ada fakta aneh soal motor di Bali. Katanya, jumlah motor di satu rumah minimal sebanyak jumlah penghuni rumah itu. Dari mulai anak SD sampe eyang2 pada naek motor. Bahkan kata temen, gak jarang anak kelas 3 SD dah punya motor sendiri. Matic keluaran terbaru lagi. Ckckck.. (iri ni...)
Balik lagi ke topik. Kedua, orang Bali lumayan sabar dalam berkendara. Jarang ada yang bunyiin klakson (ato memang klaksonnya lagi pada rusak???). Kalo ada kendaraan yang mau belok tapi kehalang kendaraan laen, biasanya salah satu (ato bahkan keduanya) berhenti bentar dan nungguin yang laen lewat. Gitu juga kalo ada taksi yang asal berhenti tiba2 narikin penumpang bule, kendaraan di belakangnya gak langsung maen klakson. Mereka milih untuk nunggu si taksi jalan lagi ato ambil jalur kana buat nyelip. Satu poin positif dari pengendara di Bali (poin negatifnya mereka agak jarang ngasih lampu sen kao mau belok, hehehe...)
Tapi umumnya kemacetan di Bali cuman terjadi pada jam2 tertentu, seperti jam 8-9 pagi dan jam pulang kantor (5-6 sore). Gak percaya?? Cek dah daerah Tangkuban Perahu Kerobokan dan Oberoi. Kalo Oberoi sih malem juga masih agak padat merayap, hehehe...

Tourists anywhere…

Gak cuman di Kuta dan Sanur, hampir di seluruh penjuru Bali hampir pasti kita bisa nemuin turis asing. Pengalaman pribadi, cuman di Taman Ujung Karangasem aja ditemukan turis bule cuman sebiji. Di tempat laen lebih banyak. Bahkan sampe di pelosok Tabanan juga (konon) cukup banyak. Di downtown Denpasar justru gak banyak. Kalopun ditemukan turis, rata2 cuman numpang lewat daerah sana doang.
Ke Bali tanpa liat turis asing? Kayak makan sayur gak pake kuah...

Wangi dimana-mana

Pertama2 dateng ke Bali, reaksi pertama “Wangi apaan ni?” sambil noleh2 curiga ke belakang. Hehehe... Walopun tau kalo bau dupa, tetep aja gak kaget. Tapi lama2 rada nagih juga. Bau dupa bisa jadi reminder kalo sekarang kita lagi di Bali. Makanya, banyak orang beli dupa bali buat oleh2, wanginya menentramkan sih (terutama wangi opium, hehehe...).


Sabtu, 21 Juni 2008

utopian dream on indonesian public transportation

ni postingan sebenernya sudah lama dibikin. Mungkin beberapa bulan lalu. Tapi berhubung koneksi internet di rumah sinyalnya agak putus2 (maklum 30 ribuan sebulan), jadinya postingan ini terbengkalai... So, here it is..

Sudah dua minggu terakhir ini saya naik Trans Jogja..


Bukan cuma karena kebetulan saya habis pergi terus sekalian didrop di kampus, ato saya males bawa motor (yaa... sebenernya lg males juga bawa motor), tapi dalih bijaksana saya adalah 'SUKSESKAN PUBLIC TRANSPORTATION DI INDONESIA'...


Bayangan utopis saya, kelak Indonesia bisa punya sistem jaringan public transportation seperti di Singapura. Bayangkan, misalnya saja kalau saya mau ke malioboro mall, jalur perjalanan saya bisa diandaikan seperti ini:


jalan dari rumah ke depan kompleks; naik bus (yang nyaman dan bersih, gak perlu ber AC) sampai halte MRT terdekat di sekitaran Jalan Solo; naik MRT sampai malioboro (yang idealnya dijadikan pedestrian total)..


Nggak sampai disitu saja, di sepanjang jalan (esp jalan utama), pedestriannya lebar-lebar dilengkapi dengan pohon-pohon perindang , dan disediakan juga street furniture, entah bangku beton, tempat sampah, dll.


Weeewww... berasa seperti hidup di Jepang atau Singapore... Dijamin berjalan jadi salah satu hobi saya...


Tapi kalau lihat keadaan sekarang, kelihatannya transportasi di Indonesia masih sekedar 'yang penting kita punya', tapi belum diuji kelayakan aplikasinya. Misalnya busway, yang banyak dipuji dan dicaci. Ternyata konon sistem busway ini dicontek mentah-mentah dari negara Latin (kyknya Kolombia), yang jalan rayanya saja punya 6... bener.. 6 jalur. Pantes aja bisa bikin jalur tersendiri buat bus...


Belum lagi monorail yang potensial bikin macet jalanan di bawahnya... Hmm.. Kenapa belum ada yang kepikiran buat bikin jalur bawah tanah ya?? Kemungkinan luasan jalan yang bukannya didapat lebih besar daripada bikin jembatan layang?


Menanggapi ribetnya masalah transportasi di Indonesia, dosen saya pernah berkomentar,


"Kalau saya jadi presiden, selama 5 tahun saya akan larang semua pembelian kendaraan bermotor. Tapi selama 5 tahun itu public transportation akan saya benahi.."


Mungkin ide beliau ini sangat menarik, masuk akal, lugas dan sangat idealis. Tapi tetap saja pikiran pertama saya waktu dengar kalimat itu adalah


'Kalau bapak jadi presiden, saya pindah ke luar negeri aja dehh....'

Jumat, 09 Mei 2008

Anak SMP Jaman Sekarang... Ckk...Ckk...

Hari ini saya jadi kakak yang baik... 

Kok bisa? 
Ceritanya, adek saya yang masih kels 5 tiba-tiba minta ditemenin nonton film Ironman. Berhubung tiap Jumat saya libur (benar, LIBUR) kuliah, akhirnya dengan senang hati saya menemani adek nonton. Catatan, pengeluaran ditanggung ibu.. Hehehe...
Rencananya mau nonton yang jam 13.45 (angka maut yang sedikit banyak menakutkan pas masih SMA..). Pertimbangannya, adek bisa Jumatan, dan saya bisa mandi dulu, hehehe... Lagian hari Jumat ini, palingan yang nonton dikit...


Tapi, perhitungan saya yang luarbiasa matang itu ternyata salah. Karena ada hal-hal diluar pengetahuan saya sebagai anak kuliahan, yaitu...ANAK SMP TERNYATA LIBUR...

Hasilnya... tempat yang tersisa cuman baris paling depan.. Daripada tengeng nonton sambil dangak2, mending batal aja. Yang lebih bikin keki, yang antri di depan saya adalah segeng cowok anak SMP yang mau nonton My Name Is Dick..  Udah rame, bayarnya lama lagi..

Dasar anak SMP sekarang, kecepetan puber.. Perasaan waktu saya SMP tontonannya cuman Petualangan Sherina.. Paling banter AADC lah..  Gak berani nonton Quickie Express.. Soalnya pilem2 menjurus gt belom ada, hehe...

Gak sampe disitu aj, ternyata pas maem di sebuah toko donat berinisial DD, di tempat duduk seberang saya ada segerombol anak SMP (ketauan dari omongannya yang rame tapi 'aneh', sama posturnya yang kira2 segede adek saya yang kelas 5 SD). Dandanannya owkey banget.. Dua cewek pake tank top, yang satu pake u can see, tapi lengennya melorot2.. Yang cowok sebiji, pake kaos doang, tapi lagaknya nyebelin (gak ada alasan khusus, cuma buat saya nyebelin aja..).

Yang lebih nyebelin lagi, mereka pesen minum satu-satu!! Padahal saya yang beli minum satu aja (joinan sama adek) udah setengah mengutuki diri sendiri, kenapa tadi gak bawa minum dari rumah aja... Kecemburuan finansial ni, hehe...

Hikmah yang bisa diambil hari ini:
"Kalo mau pergi2, esp ke mall, liat dulu jadwal UAS dan UAN". Kalo pas UAS/UAN, tunda sampe ujiannya selese...